Jumat, 20 September 2013

Kerajaan Kutai Kartanegara


Letak Geografis Kerajaan Kutai
            LETAKNYA SANGAT STRATEGIS 
berada pada jalur perdagangan antara Cina dan India
Kerajaan ini terletak ditepi sungai Mahakam di Muarakaman, Kalimantan Timur, dekat kota Tenggarong. Lihat Gambar 1.1!
Gambar 1.1
Sumber Sejarah Kerajaan Kutai
            Kerajaan Hindu pertama di Indonesia ini ditemukan karena adanya beberapa prasasti sebanyak 7 Yupa. Yupa adalah sebuah buah batu bertulis bahasa sansekerta yang sengaja dibuat untuk peringatan upacara kurban. Dengan demikian ditaksir Kerajaan Kutai telah ada sejak 400 Masehi. Dengan ditemukannya prasasti tersebut didapat pernyataan bahwa raja pertama Kerajaan Kutai bernama Kudungga, Kakek dari Raja Mulawarman.
Ayah dari Raja Mulawarman adalah Raja Asawarman, raja ke-dua yang menggantikan Kudungga. Asawarman merupakan anak dari Raja Kudungga. Pengankatan Asawarman menjadi seorang Raja dengan cara vratyastoma, sebuah cara hindu yang berarti pengangkatan seseorang menjadi kasta yang tinggi atau bangsawan.
5 Kasta Kerajaan Hindu Kutai Kertanegara : Kasta bangsawan, kasta Brahmana, kasta Ksatria, kasta Waisya, dan kasta Sudra.
Kemudian Raja Asawarman di Gantikan oleh Anaknya yang bernama Mulawarman. Diketahui Bahwa raja Mulawarman memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana di dalam tanah yang suci bernama Waprakeswara.
Kemudian, Kerajaan Kutai Kertanegara Terus berganti – ganti Raja, berikut adalah Nama Nama Raja Kerajaan Kutai Kertanegara : Maharaja Marawijaya Warman, Maharaja Gajayana Warman, Maharaja Tungga Warman, Maharaja Jayanaga Warman, Maharaja Nalasinga Warman, Maharaja Nala Parana Tungga,  Maharaja Gadingga Warman Dewa, Maharaja Indra Warman Dewa, Maharaja Sangga Warman Dewa, Maharaja Candrawarman, Maharaja Sri Langka Dewa, Maharaja Guna Parana Dewa, Maharaja Wijaya Warman, Maharaja Sri Aji Dewa, Maharaja Mulia Putera, Maharaja Nala Pandita, Maharaja Indra Paruta Dewa, Maharaja Dharma Setia.
Hingga Runtuhnya Kerajaan Kutai, pada kekuasaan Maharaja Dharma Setia , Karena Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa.

Kehidupan Politik Kerajaan Kutai

Menurut prasasti tersebut, raja Kerajaan Kutai yang terbesar
adalah Mulawarman. Ia adalah putra Aswawarman, sedangkan 
Aswawarman adalah putra Kundunga. Ditilik dari nama
sebutannya, para ahli berpendapat bahwa nama Mulawarman dan
Aswawarman memperoleh pengaruh dari India. Karena, di
India juga ditemukan nama-nama serupa. Sebaliknya, para ahli
mengatakan bahwa nama Kundungga yang merupakan kepala suku
itu adalah nama asli Indonesia. Selain itu, prasasti Yupa juga  
menyebut Aswawarman sebagai Dewa Ansuman atau dewa
Matahari dan dianggap sebagai Wangsakerta atau pendiri keluarga 
raja.
Raja Mulawarman sendiri telah menganut agama Hindu.
Bahkan dalam prasasti itu ditulis bahwa ia telah menyedekahkan
20.000 ekor lembu kepada para brahmana. Ia merupakan pendiri
dinasti dalam agama Hindu.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kutai

Ketujuh Yupa yang ditemukan di sekitar Muarakaman tidak
menyebutkan secara spesifik kehidupan ekonomi Kerajaan Kutai.
Hanya salah satu Yupa menyebutkan bahwa Raja Mulawarman
telah mengadakan upacara korban emas dan tidak menghadiahkan
sebanyak 20.000 ekor sapi untuk golongan brahmana. Tidak ada
sumber yang pasti tentang asal usul emas dan sapi yang biasa
digunakan untuk upacara-upacara kerajaan. Tetapi dari situ kita
bisa menduga bahwa Kerajaan Kutai telah melakukan aktivitas
perdagangan.

Kehidupan Sosial Kerajaan Kutai

Kehidupan sosial dalam Kerajaan Kutai bisa dilihat dari
pelaksanaaan upacara penyembelihan kurban. Salah satu yupa
menyebutkan bahwa Raja Mulawarman memberikan sedekah
berupa 20.000 ekor lembu kepada kaum brahmana. Sedekah itu
sendiri dilaksanakan di tanah suci yang bernama Waprakeswara,
yaitu tempat suci untuk memuja Dewa Syiwa. Dari peristiwa itu,
kita bisa melihat bahwa hubungan yang terjadi antara Raja
Mulawarman dengan kaum brahmana terjalin secara erat dan
harmonis.



Kehidupan Budaya Kerajaan Kutai


Karena Kerajaan Kutai telah mendapat pengaruh agama Hindu,
maka kehidupan agamanya telah lebih maju. Salah satu contohnya
adalah pelaksanaan upacara penghinduan atau pemberkatan
seseorang yang memeluk agama Hindu yang disebut Vratyastoma.
Upacara tersebut dilaksanakan sejak pemerintahan Aswawarman
dan dipimpin oleh para pendeta atau brahmana dari India. Baru
pada masa pemerintahan Mulawarman, upacara tersebut
dipimpin oleh kaum brahmana dari Indonesia. Dari situ kita bisa
melihat bahwa kaum brahmana dari Indonesia ternyata telah
memiliki tingkat intelektual yang tinggi karena mampu menguasai
bahasa Sanskerta. Karena, bahasa ini bukanlah bahasa yang
dipakai sehari-hari oleh rakyat India melainkan bahasa resmi
kaum brahmana untuk masalah keagamaan.

Senin, 16 September 2013

Materi PKn Kelas XI semester 1

Bab I

Pendahuluan

Dalam makalah ini kami akan mengupas pengertian dari budaya politik, ciri-ciri budaya politik, macam-macam budaya politik dan tipe-tipe budaya politik. Dalam empat aspek tersebut kami jelaskan sesuai dengan sumber yang kami dapat sebagai referensi atau acuan kami untuk megupas materi bab pertama dalam mata pelajaran PKn kelas XI untuk SMA/MA atau Se-derajat.
                        Dari sumber yang kami dapatkan secara umum Budaya Politik itu merupakan aspek politik dari sistem nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat yang dipengaruhi oleh suasana zaman saat itu dan tingkat pendidikan dari masyarakat itu sendiri. Selain pengertian umum, kami juga mengupas pendapat para ahli serta secara etimologi tentang budaya politik.
                        Untuk aspek atau poin yang kedua yaitu ciri-ciri budaya politik, kami mengupas ciri-ciri secara global dan gambaran budaya politik di Indonesia menurut Rusadi Kantaprawira. Poin ketiga terdapat macam-macam budaya politik menurut Almond & Verba serta poin ke empat yaitu tipe-tipe budaya politik megupas tiga tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat indonesia, pendapat antropolog Amerika Serikat, Clifford Geertz terhadap budaya politik yang berkembang di masyarakat Indonesia dan tipe budaya politik berdasarkan sikap yang ditunjukan. Materi itulah yang akan kami jelaskan dalam makalah sederhana ini dan kami memohon maaf jika banyak kesalahan, baik penulisan ataupun kekeliruan lainnya. Terima kasih dan selamat membaca, semoga bermanfaat.

Bab II

Permasalahan

1.)    Apakah yang dimaksud Budaya Politik?
2.)    Apa sajakah ciri-ciri dari Budaya Politik itu sendiri?
3.)    Ada berapa dan apa sajakah macam-macam Budaya Politik itu?
4.)    Tipe-tipe Budaya Politik itu ada berapa macam? Dan apa sajakah itu?

Bab III

Pembahasan

1.)    Pengertian Budaya Politik
Secara umum, budaya politik adalah aspek politik dari sistem nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat yang dipengaruhi oleh suasana zaman saat itu dan tingkat pendidikan dari masyarakat itu sendiri.
            Secara etimologi atau secara bahasa budaya politik itu terdiri dari dua kata yaitu budaya dan politik. Politik berasal dari bahasa Yunani yaitu polis dan teta. Polis berarti kota atau negara dan teta berarti urusan. Budaya berasal dari bahasa Sanksakerta budhayah yang bearti akal. Dengan demikian budaya politik adalah urusan negara yang dapat diterima di masyarakat sebagai budaya.
            Secara teoritis, budaya politik itu merupakan :
 a.) Budaya politik adalah aspek politik dari nilai-nilai yang terdiri atas pengetahuan, adat istiadat, tahayul, dan mitos. Kesemuanya dikenal dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. Budaya politik tersebut memberikan rasional untuk menolak atau menerima nilai-nilai dan norma lain.

 b.) Budaya politik dapat dilihat dari aspek doktrin dan aspek generiknya. Yang pertama menekankan pada isi atau materi, seperti sosialisme, demokrasi, atau nasionalisme. Yang kedua (aspek generik) menganalisis bentuk, peranan, dan ciri-ciri budaya politik, seperti militan,utopis,terbuka,atau tertutup.

 c.) Hakikat dan ciri budaya politik yang menyangkut masalah nilai-nilai adalah prinsip dasar yang melandasi suatu pandangan hidup yang berhubungan dengan masalah tujuan.

 d.) Bentuk budaya politik menyangkut sikap dan norma, yaitu sikap terbuka dan tertutup, tingkat militansi seseorang terhadap orang lain dalam pergaulan masyarakat. Pola kepemimpinan (konformitas atau mendorong inisiatif kebebasan), sikap terhadap mobilitas (mempertahankan status quo atau men­dorong mobilitas), prioritas kebijakan (menekankan ekonomi atau politik).
            Pengertian budaya politik menurut para ahli :
a.)  Rusadi Sumintapura
Budaya politik tidak lain adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik.
 
b.
) Sidney Verba
Budaya politik adalah suatu sistem kepercayaan empirik, simbol-simbol ekspresif dan nilai-nilai yang menegaskan suatu situasi dimana tindakan politik dilakukan.

c.
) Alan R. Ball
Budaya politik adalah suatu susunan yang terdiri dari sikap, kepercayaan, emosi dan nilai-nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu-isu politik.

d.
) Austin Ranney
Budaya politik adalah seperangkat pandangan-pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama; sebuah pola orientasi-orientasi terhadap objek-objek politik.

e. Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell, Jr.
Budaya politik berisikan sikap, keyakinan, nilai dan keterampilan yang berlaku bagi seluruh populasi, juga kecenderungan dan pola-pola khusus yang terdapat pada bagian-bagian tertentu dari populasi.
   
2.)    Ciri-ciri Budaya Politik
            Secara umum atau secara global, ciri budaya politik adalah :
a.)    Adanya nilai-nilai keyakinan dan sikap emosi terhadap pemerintah
b.)    Adanya sikap dan orientasi warga negara terhadap sistem yang dijalankan.
c.)    Adanya kepedulian dan kesadaran individu, masyarakat dan warga negara terhadap proses penyelenggaraan suatu negara.
d.)   Adanya keinginan individu atau warga negara untuk memenuhi atau mengendalikan pemerintahan.
Gambaran tentang budaya politik di Indonesia menurut Rusadi Kantaprawira ada lima yaitu:
a.)    Konfigurasi subkultur di Indonesia masih beragam.
b.)    Budaya politik indonesia bersifat parokialkaula di satu pihak dan budaya politik partisipan di pihak lain.
c.)    Sifat primodial yang masih berurat berakar yang dikenal melalui indikator berupa sentimen kedaerahan, kesukuan, keaagamaan, perbedaan pendekatan terhadap keaagamaan tertentu, puritanisme dan nonpuritanisme, dan lain-lain.
d.)   Kecenderungan budaya politik indonesia yang masih mengukuhi sikap paternalisme dan sifat patrimonial.
e.)    Dilema interaksi tentang introduksi modernisasi (dengan segala kosekuensinya) dengan pola-pola yang telah lama berakar sebagai tradisi dalam masyarakat.
3.)    Macam-macam Budaya Politik
            Menurut Almond & Verba, ada tiga macam budaya politik yang berkembang dalam masyarakat indonesia, yaitu sebagai berikut.
a.)    Budaya Politik Parokial (Parichial political culture)
=> Budaya politik parokial ini biasanya terdapat dalam sistem politik tradisional dan sederhana. Ciri-ciri budaya tersebut adalah sebagai berikut.
- Berkembang di dalam masyarakat tradisional dan sederhana, dimana spesialisasi   sangat kecil
-Para pelaku politik sering melakukan peranannya serempak dengan peranannya dalam berbagai bidang.
-Terbatasnya diferensiasi yang bersifat khas dan berdiri sendiri. Contoh, pemimpin bangsa yang sekaligus mengemban berbagai peranan dalam masyarakatnyanya, seperti sebagai guru.
-Masyarakatnya tidak tertarik pada objek-objek politik yang luas kecuali dalam batas tertentu  yaitu terhadap tempat dimana ia terikat sempit.
-Adanya kesadaran masyarakat terhadap pemusatan wewenang.
       b.) Budaya Politik Subjek (Subject political culture)
=> Budaya politik yang masyarakatnya mempunyai minat atau perhatian terhadap         sistem keseluruhan. Ciri-cirinya adalah.
-Umumnya terjadi di masyarakat yang tidak memimiliki struktur input yang terdiferensiasikan.
-Orientasi lebih bersifat afektif daripada normatif dan kognitif.
-Cukup tingginya frekuensi orientasi politik terhadap sistem politik dan aspek output, namun frekuensi orientasi terhadap pribadi partisipan aktif cenderung rendah.
-Hubungan dengan sistem politik secara keseluruhan dan dengan output administratif pada dasarnya lebih merupakan hubungan pasif.
-Para subjek menyadari dan menerima secara pasif otoritas pemerintah.
        c.) Budaya Politik Partisipan (Participant political culture)
=> Memiliki orientasi terhadap seluruh obyek politik secara keseluruhan dan terhadap    diri sendiri sebagai aktor politik, disamping aktif memberikan masukan atau mempengaruhi pembuatan kebijakan publik (input) juga aktif dalam implementasi atau pelaksanaan kebijakan publik (output). Ciri-cirinya sebagai berikut.
-Berlangsung dalam sistem modern yang kompleks di mana ada diferensiasi politik.
-Frekuensi orientasi politik terhadap sistem politik secara keseluruhan (aspek input maupun output) dan kesadaran pribadi sebagai partisipan aktif sangat tinggi.
-Hubungan dengan sistem politik secara keseluruhan dan dengan output administratif merupakan hubungan aktif.
-Para partisipan menyadari dan menyikapi otoritas pemerintah secara aktif dan kritis.
4.) Tipe-tipe Budaya Politik
            Secara umum, terdapat tiga tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut.
1.)    Budaya Politik Tradisional
=>Budaya politik ini lebih mengedepankan budaya dari etnis tertentu yang ada di Indonesia. Sebagai contoh budaya politik yang berangkat dari paham masyarakat Jawa. Budaya politik juga ditandai oleh hubungan anatara tuan dan pelayannya. Budaya politik ini nasih cukup kuat di beberapa daerah, khususnya dalam masyarakat etnis ini sangat konservatif.
2.) Budaya Politik Islam
=>Budaya politik ini lebih mendasarkan idenya pada suatu keyakinan dan nilai agama islam. Islam di Indonesia menjadi agama mayoritas. Karenanya, Indonesia menjadi negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Hal itu menjadikan politik Islam di indonesia ikut mewarnai kehidupan politik Indonesia. Orientasi politik ini mulai tampak pada saat pendiri bangsa membangun negeri ini. Budaya politik Islam biasanya dipelopori oleh santri dan identik dengan pesantren. Terdiri dari dua kelompok yaitu tradisional dan modern. Tradisional biasanya oleh masyarakat NU (Nahdhatul Ulama) dan modern biasanya oleh masyarakat organisasi dan Muhammadiyah. Perbedaan ini melahirkan perbedaan karakter Islam juga membuat budaya politik Islam juga menjadi tidak satu warna.
3). Budaya Politik Modern
=>Budaya politik yang mencoba meninggalkan karakter etnis tertentu atau latar belakang agama tertentu. Pada masa pemerintahan Orde Baru, dikembangkan budaya politik modern yang dimaksudkan untuk tidak mengedepankan budaya etnis atau agama tertentu. Pada masa pemerintahan ini, ada dua tujuan yang ingin dicapai yakni stabilitas keamanan dan kemajuan.
            Menurut antropolog berkebangsaan Amerika Serikat, Clifford Geertz, ada tiga macam budaya politik yang berkembang di Indonesia, yaitu.
1.)    Budaya Politik Abangan
=>Budaya politik yang masyarakatnya yang menekankan aspek-aspek animisme atau kepercayaan terhadap roh makhluk halus yang dapat memengaruhi manusia. Tradisi selamatan merupakan ciri khas masyarakat ini. Upacara selamatan dilakukan untuk mengusir roh jahat.
2.) Budaya Politik Santri
=>Budaya politik ini yang masyarakatnya lebih menekankan pada keaagamaan. Khusunya agama Islam. Masyarakat santri biasanya diidentikkan dengan kelompok yang sudah menjalankan ibadah atau ritual agama islam. Pendidikan masyarakat santri ditempuh melalui lembaga pendidikan yang ada dalam pondok pesantren, madrasah atau masjid. Pekerjaan masyarakat ini biasanya pedagang.
3.) Budaya Politik Priyayi
=>Budaya politik ini menekankan keluhuran tradisi. Priyayi adalah masyarakat kelas atas atau aristrokat. Pekerjaan ini biasanya oleh priyayi adalah para birokrat.
            Tipe Budaya politik berdasarkan sikap yang ditunjukan, sebagai berikut.
1.)    Budaya Politik Militan
=>Jika pernyataan umum dari pimpinan masyarakat bernada sangat militan, dapat menciptakan ketegangan dan menumbuhan konflik. Kesemuanya dapat menutup jalan bagi pertumbuhan kerja sama. Ciri-cirinya sebagai berikut.
   a.) Perbudakan tidak dipandang sebagai usaha mencari alternatif yang baik, tetapi dipandang sebagai usaha jahat atau menantang.
   b.) Bila terjadi krisis, yang dicari adalah kambing hitamnya, bukan disebabkan oleh peraturan yang salah.
   c.) Masalah pribadi selalu sensitif dan membakar emosi.
2.) Budaya Politik Toleransi
=>Budaya politik dengan jiwa toleransi hampir selalu mengundang kerja sama, saling menghormati dan saling menghargai. Ciri-cirinya adalah.
   a.) Pemikiran yang berpusat pada masalah atau ide yang harus dinilai.
   b.) Berusaha mencari konsensus yang wajar dan selalu membuka pintu untuk kerja sama.
   c.) Sikap netral atau krisis terhadap ide orang, tetapi bukan curiga terhadap orang.
3.) Budaya Politik Absolut
=>Budaya politik absolut memiliki nilai-nilai dan kepercayaan yang dianggap selalu sempurna dan tidak dapat dirubah lagi. Ciri-cirinya sebagai berikut.
   a.) Pola pikirnya hanya memberikan perhatian pada apa yang selaras dengan kehendaknya dan menolak atau menyerang hal-hal baru atau berlarian (bertentangan)
   b.) Budaya politik yang bernada absolut bisa tumbuh dari tradisi dan kurangnya pengaruh dari luar.
   c.) Jarang bersifat krisis terhadap tradisi, cenderung berusaha memelihara kemurnian tradisi, karena dianggap sakral.
4.) Budaya Politik Akomodatif
=>Struktur mental yang bersifat akomodatif biasanya terbuka dan tersedia menerima apa saja yang dianggap berharga. Ciri-cirinya sebagai berikut.
   a.) Bersedia menerima kembali tradisi-tradisi berdasarkan perkembangan masa kini.
   b.) Melihat perubahan hanya sebagai salah satu masalah untuk dipikirkan.
   c.) Perubahan mendorong usaha perbaikan dan pemecahan yang lebih sempurna.
Bab IV

Penutup

            Mungkin hanya ini yang dapat kami sampaikan. Hanya itu yang dapat kami uraikan. Semoga pembahasan dari permasalahan diatas dapat bermanfaat untuk semuanya. Terutama untuk anda sebagai pembaca dari makalah sederhana kami ini. Kami haturkan terima kasih sebanyak-banyaknya atas partisipasi untuk membaca atau meninjau makalah sederhana kami ini. Ditunggu komentar bijaknya. Terima kasih.

Kesimpulan

1.)    Pengertian umum dari Budaya politik => politik dari sistem nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat yang dipengaruhi oleh suasana zaman saat itu dan tingkat pendidikan dari masyarakat itu sendiri.
2.)    Ciri-ciri Budaya Politik =>
a.)    Adanya nilai-nilai keyakinan dan sikap emosi terhadap pemerintah
b.)    Adanya sikap dan orientasi warga negara terhadap sistem yang dijalankan.
c.)    Adanya kepedulian dan kesadaran individu, masyarakat dan warga negara terhadap proses penyelenggaraan suatu negara.
d.)   Adanya keinginan individu atau warga negara untuk memenuhi atau mengendalikan pemerintahan.
3.)    Macam-macam Budaya Politik =>
a.)    Budaya Politik Parokial (Parichial political culture)
b.)    Budaya Politik Subjek (Subject political culture)
c.)    Budaya Politik Partisipan (Participant political culture)
4.)    Tipe-tipe Budaya Politik
Secara umum,
a.)    Budaya Politik Tradisional
b.)    Budaya Politik Islam
c.)    Budaya Politik Modern
Menurut Clifford Geertz,
a.)    Budaya Politik Abangan
b.)    Budaya Politik Santri
c.)    Budaya Politik Priyayi
Berdasrkan sikap,
a.)    Budaya Politik Militan, cirinya :
   1.) Perbudakan tidak dipandang sebagai usaha mencari alternatif yang baik, tetapi      dipandang sebagai usaha jahat atau menantang.
   2.) Bila terjadi krisis, yang dicari adalah kambing hitamnya, bukan disebabkan oleh peraturan yang salah.
   3.) Masalah pribadi selalu sensitif dan membakar emosi.
b.)    Budaya Politik Toleransi, cirinya :
   1.) Pemikiran yang berpusat pada masalah atau ide yang harus dinilai.
   2.) Berusaha mencari konsensus yang wajar dan selalu membuka pintu untuk kerja sama.
   3.) Sikap netral atau krisis terhadap ide orang, tetapi bukan curiga terhadap orang.
c.)    Budaya Politik Absolut, cirinya :
   1.) Pola pikirnya hanya memberikan perhatian pada apa yang selaras dengan kehendaknya dan menolak atau menyerang hal-hal baru atau berlarian (bertentangan)
   2.) Budaya politik yang bernada absolut bisa tumbuh dari tradisi dan kurangnya pengaruh dari luar.
   3.) Jarang bersifat krisis terhadap tradisi, cenderung berusaha memelihara kemurnian tradisi, karena dianggap sakral.
d.)   Budaya Politik Akomodatif, cirinya :
   1.) Bersedia menerima kembali tradisi-tradisi berdasarkan perkembangan masa kini.
   2.) Melihat perubahan hanya sebagai salah satu masalah untuk dipikirkan.
   3.) Perubahan mendorong usaha perbaikan dan pemecahan yang lebih sempurna.

Saran

            Jika ditinjau dari pengertian umum, budaya politik adalah aspek politik dari sistem nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat yang dipengaruhi oleh suasana zaman saat itu dan tingkat pendidikan dari masyarakat itu sendiri.
Maka, seharusnya kehidupan politik di Indonesia yang dewasa ini memanas segera ditangani karena politik itu budaya dan seharusnya jika dari sudut pandang budaya, kita sebagai manusia pasti saling memerlukan maka seharusnya saling menghormati dan saling menghargai. Saling menghargai karena perbedaan yang ada seperti tingkat pendidikan dan sebagainya. Itu semua perlu untuk menciptakan kehidupan politik yang sehat di sebuah negara. Tidak perlu merasa paling benar tetapi tinjau lah diri sendiri. Apa kontribusi yang sudah diberikan kepada negara tercinta ini? Mari ciptakan kehidupan politik yang sehat dalam negara ini. Terlebih kita adalah generasi penerus bangsa. Diperlukan kematangan mental untuk menciptakan sebuah kehidupan politik yang sempurna.


Sabtu, 04 Mei 2013

Please, Look yourself FIRST!


Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Sobat Pembaca semuanya...
Pernah nemu orang egois gak?
Pasti pernah dong?
Hehee,
Gimana? Ngadepin orang kayak bgitu?
Jengkel toh? Dijauhin? Atau ditinggalin?

Kali ini ana mau cerita kisah ana ngadepin orang EGOIS!  Mau tau?
Okeh... cekidot...,



For YOU... I just wanna say! Please, Look yourself first...
Hahahaa, mungkin itu yang sering ana katakan pada EGOIS! man, mereka itu maunya apa sih?
sifatnya tuh bagai polusi di hati banyak orang tau gak!?
emang ya, kita gak boleh nge-Judge orang sampe Lebay! kayak kritikus yang lisannya amat teramat pedas, spicy taste tau gak? huft :(

okey, okey, okey...
susah sih ya, cerita yang nyelekitnyaaa na'udzubillah! Arghh... :@
tapi, kite gaboleh marah sampe berlebihan ya.., sewajarnya aja..
karena yang sewajarnya itu biasanya selalu dimaklum di negeri kita, iya toh?

Ana punya temen, dia tuh selalu mementingkan diri dia aja, ga pernah mikirin orang yang deket sama dia...
masa bodo, yang penting dia aman...
dasar ya, untung dia ababil (ABG labil) jadi masih bisa dimaklum meski sebenernya engga wajar bener-bener wajar banget...

so, ana selaku temen dia hanya bisa suabaarrr dan pasrah sama Allah, smoga kuat ya rabb.. aamiin,
kalau ada tugas dia sering bilang gini ni.. "yah! afwan ya, ane kgak bisa bantu ngerjain tugas... ntar aja deh ana bayar..."

enak bgt tuh orang, dasar anak orang kaya! maunya langsung jadi nilai dan tinggal bayar, bayar, bayar dan END!

okey lah! kalau dia mau bayar... sering ana manfaatin juga tuh orang biar bayar gede, ah.. biarin aja deh... toh dia juga orang kaya ini... hahaa.., maaf ya kawan :D

paling parah kalau dia udah engga mau bayar, bilang nya sih "ane belum dapet transfer dari ummi ane, afwan ya.. ane ada acara jadi gabisa ikut ngerjain tapi tolong dong tulis nama ane juga ya di daftar kelompoknya... kalian emg temen ane yang paling T-O-P  B-G-T lah!"
Jleebbb!!! gile tu orang...

temen ane yang T-O-P  B-G-T pala lu peyang.. hahahaaa :D
dia tu Bodor! banget jadi orang ya.... enak skali hidup lu??? untung temen lu ini masih bisa suabaarrr....
neng ego, neng ego... mba ego, mba ego.... dirimu telah menyebar polusi seperti CO2 yang bener-bener nyesek.......

paling parahnya lagi, kalau dia udah lihat hasil kerjaannya dia bilang gini "eh.. eh.. ko jadi gini sih? kalian bikin yang kayak ginian aja gak becus? katanya kalian pinter!? gmana sih? ane kgak ngarti jadinya...?! ganti aja deh..."

Hah?! apa? antum kira, antum udah ngerasa do something gtu? orang yang ngerjaiin itu pure banget hasil ana dan yang laen tapi gak ada YOU! ya... :@
bener-bener Mrs. Egois tuh orang... semoga dia sekarang baik-baik aja deh ya....
ana juga gatau sifat dia tuh macem kayak apa? tapi yang jelas itu sudah mencemarkan persahabatan ana dan kelompok ana ya termasuk dia juga sih....

kalo inget ini, nyesek bgt sob! sedih ana,.... :'(
udah dulu ya... cukup menguras kesabaran jiwa dan raga buat nginget aneka peristiwa yang sudah dibuat dia.... :'(

Semoga kita dapat mengambil hikmah yang ada di setiap peristiwa yang terjadi di kehidupan yang sedang berputar ini... sesungguhnya Allah SWT tidak pernah tidur dan selalu ada di dekat kita dan pastinya Allah SWT selalu tahu porsi kita.... tetap Semangat ya buat mba-mba, mas-mas, ade-ade, kaka-kaka yang sedang menghadapi masalah....


semoga kita terhindar dari berbagai penyakit hati yang bisa menyakiti orang-orang yang ada di sekitar kita... aamiin...
Akhirul kalam.... Wabillahi taufik wal hidayah... 
Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.....
Jazakumulloh Khairan Katsira.... :) Hamazah! fillah........

Jumat, 03 Mei 2013

Hatimu & Hatinya ERROR! kawan :'(

Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.....
hy, hy, hy,
Sobat Pembaca Semuanya... wie geht es dir?
Baik toh? baik kan? Semuga deh ya.... hehee :D
Guys, ana punya cerita nih... :') cerita sedih sobat,,,
sebelum ana cerita, ana mau tanya dulu ya? :')
Pernah patah hati gak??????
hehee, tolong dong sobat,... ada temen ana patah hati ni :')
cerita nya panjang engga, pendek juga engga sih.... yang sedang, sedang saja... :D :'(


Gini nih ceritanya...
 temen ana kenal sama dia tuh dari chat, eh gatau kenapa hati temen ana kepincut sama dia.. hahaa, sampe sekarang ana juga gatau kenapa hati temen ana ko jadi gitu?

sampai akhirnya, mereka ngobrol lewat dumay sob! sebulan lama nya temen ana ngobrol sama dia, ya chat nya sih yang biasa aja ya, ya kayak misalnya nanya-nanya, udh mkn blm?, lg pa? de-el-el deh...
sampai suatu ketika mereka ngobrol banyak... sebenernya sih temen ana yang lebih ngomporin dia, hehee :D
temen ana tanya-tanya pake pertanyaan yang sekiranya bisa lihat gimana sih dia? gimana sih orangnya? ya itung-itung jadi psikiater gadungan aja sih katanya.. hehee :D

"Dia nyadar gak ya? ana test gitu? hehee,,," kata temen ana tuh.. ya stelah temen ana tanya-tanya dia ternyata jawabannya cukup janggal dan buat temen ana jadi su'udhan berat sob!

ya gara-gara ana su'udhan berat jadi orang terKEPO di dunia, temen ana tuh jadi rajin banget jelajahin dumay nya dia... hahahaa..... BAGUS!

sayangnya hubungan temen ana dan dia tuh beralaskan kebohongan dan beratapkan gengsi sob! hahaa....
itu cowo bener-bener gokil sob! ana gak nyangka, ada yaa orang kayak dia! terus temen ana nya juga ya aneh suraneh, bisa mau hatinya sama dia? hahahaa :D TAKDIR kali yaaa???

hubungan itu hanya sekedar cuman 15 hari sob! wah... parah ya....!?
sbulan juga engga?! hahaa :D dasar ABABIL (ABG labil) !

 selama pacaran, temen ana dan dia tuh sering banget berantem! emg gak cocok kali ya?
sampe akhirnya mereka putus karena masalah yang sebenernya udah kecium  busuknya di hari-hari sbelum tragedi 30 April itu terjadi.

dia tuh udah punya cewe lain, sebenernya sebelum dia jadian sama temen ana dia tuh udah jadian duluan sama cewe itu... huhuhuu :'( sedih nian temen ana tuh sob!

dia bohongin temen ana! Wow! sakitnya dibohongin! serasa dunia indah yang udah  dipegang itu direbut sama orang laen :'( (katanya)!

Tapi anehnya, saking lebaynya temen  ana itu... rasa sakit hati itu ilang gara-gara rasa sayang yang masih melekat di hati temen ana yg satu itu.....

yah, itu sih cuma pengalaman temen ana aja ya tentang cinta.. semoga ana ga ngalamin deh.. Naudzubillah!!!

cat*

hehehee, maaf ya klu ada yg tersinggung...