Jumat, 04 Juli 2014

Teks Drama Satu Babak


Pedagang Penipu

Narasi  : Di suatu angkutan umum, dua perempuan saling bertukar argumen satu sama lain. Mereka tampaknya kesal dan bermuka masam karena satu  hal yang mereka mau tidak sama dengan keadaan. Setelah angkutan umum berhenti pun tetap saja mereka geram. Sesampai di penjual melinjo yang curang.
Ibu       : “Permisi!!!” (bernada tinggi)
PM      : “Iya bu! Ada apa ya bu?!” (berekspresi heran)
AN      : “Kemarin saya membeli melinjo disini, tapi kok melinjonya sudah berjamur dan timbangannya pun kurang?” (menyodorkan satu kresek berisi 1 kg keripik melinjo)
Ibu       : “Ini benar-benar tidak layak! Sepertinya anda menganggap pembeli anda itu ayam dan burung? Yang bisa memakan makanan jamuran seperti ini? Hah?!”
PM      : (mengambil kresek dengan cemberut) “Memang ini barang dari saya? Salah anak anda yang kurang teliti!” (dengan nada menyalahkan)
Ibu       : “ Kita membeli! Bukan meminta! Kalaupun anak saya kurang teliti karena memang barang anda yang sudah terlalu banyak yang jamuran! Sampai tidak terlihat!
AN      : “ Sudah bu! Memang benar sepertinya ini salah saya!” (mencoba mentenangkan suasana)
Ibu       : “Timbangannya kurang! Apa ini salah kamu? Memang yang menimbangnya kamu? Tentu dia kan?”
AN      : “Iya! Tapi keripik itu berjamur dan saya tidak melihatnya!”
Ibu       : “Yasudah! Saya akan menarik uang saya kembali!”
PM      : “Tukar saja dengan melinjo yang lain bu! Silahkan pilih yang mana saja tetapi ibu tidak usah memberi tambahan uang!”
Ibu       : “Timbangannya tetap 1 kg?!”
PM      : “Iya bu! Tetapi 1 kg dengan harga Rp. 18.000,00-,”
Ibu       : “Baiklah! Ganti 1 kg melinjo ini dengan 1 kg melinjo yang sama kualitasnya tanpa berjamur!”
PM      : “Tidak usah diganti bu melinjonya?”
AN      : “Tidak usah! Kita akan tetap membeli melinjo yang sama kualitasnya dan tanpa jamur!”
Ibu       : “Kita masih baik sekali! Tidak merugikan dia!” (bermuka ketus)
PM      : “Ini memang salah saya! Sayasengaja memberikan ini kepada adek kemarin!” (nada menyesal)
AN      : “Tidak apa-apa!” (tersenyum)
Ibu       : “Sudah! Cepat bungkus melinjo barunya!”
PM      : “Iya bu! Tentu!!!” (membungkus melinjo)
Ibu       : “Awas ya kalau sampe ada yang jamuran lagi tak laporkan ke badan pangan Nasional!”
PM      : “Tentu tidak bu! Ini baru, isitilah kerennya fresh from the oven. (sambil memberikan sebungkus melinjo)
AN      : “Terima kasih!” (menerima kresek melinjo)
Ibu       : “Tadinya saya tidak akan membeli lagi!”
PM      : “Maafkan saya bu! Hapunten!” (merendah)
AN      : “Sudah bu! Tidak apa-apa. Lain kali ibu jangan mengulangi kepada yang lain!”

PM      : “Baik dek! Terima kasih!” (tersenyum)

Resensi Cerpen "On Being Single"


Guys, Jomblo? La Tahzan!

Judul               : La Tahzan for Jomblo
Pengarang          : Asma Nadia dkk.
Penerbit              : Lingkar Pena Publishing House
Tahun terbit        : 2008
Jumlah halaman : 170 Halaman
Harga                 : Rp. 20.000,00,-



            Dalam buku La Tahzan for Jomblo terdapat sebuah cerpen “On Being Single” karya Dini Auliya ZH yang bertema Jomblo dan isinya menceritakan kisah-kisah aktifis yang menjomblo tetapi tetap eksis dan melakukan berbagai hal yang berbau positif serta mendatangkan manfaat untuk orang-orang sekitarnya.
           
Pengarang, Dini Auliya ZH menceritakan dalam cerpen “On Being Single” nya tentang alkisah rekan ibunya yang masih single atau nge-jomblo meski usianya sudah setengah baya. Namun, Bu Lis. Bgitulah nama akrabnya, tetap melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat untuk orang sekitarnya. Seperti aktif di berbagai organisasi dan mengadakan acara sosial. Bu Lis, bukanlah tipe perempuan yang menganut paham feminis dan menganggap semua laki-laki itu menganut paham patriarki, bukan sama sekali.

Selain Bu Lis yang masih menjomblo, di cerpen ini pengarang juga menceritakan kisah-kisah teman-temannya yang sesama aktifis namun masih single. Dari semua perempuan yang diceritakan pengarang jelas membuat pengarang membuka mata lebar-lebar bahwa kesendirian itu bukanlahsuatu masalah yang besar hingga larut dalam kesedihan, namun karena Sang Maha Kuasa belum menizinkan bertemu dengan orang yang tepat. Meski asa dan usaha tetap dijalankan oleh kita selaku manusia tanpa mengurangi rasa bersyukur kepada Tuhan.
           
Jika dilihat dari bahasa yang digunakan dalam cerpen “On Being Single” itu kurang tepat untuk orang yang awam karena judulnya pun memakai bahasa asing dan ada istilah-istilah yang tidak lazim, maka tidak semua orang paham atau mengerti. Seperti istilah feminis dan patriarki yang dimuat dalam cerpen tersebut, seharusnya diterjemahkan oleh pengarang sehingga dapat dimengerti oleh semua orang, semua kalangan.
           
Namun, cerita yang diceritakan pengarang dalam cerpen tersebut cukup menarik untuk remaja karena memuat amanat agar remaja tidak larut dalam kesedihan di tengah kesendirian dan semangat melakukan berbagai hal positif yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar serta tetap optimis mendapat pendamping hidup yang baik.


Lewat karyanya ini, Dini Auliya ZH sebagai pengarang cerpen “On Being Single” banyak menceritakan atau menyampaikan kisah-kisah orang sekitarnya dan kisahnya secara pribadi yang menjomblo tetapi tetap melakukan hal yang positif dan bermanfaat untuk orang lain maka dari itu buku ini sangat layak dibaca oleh orang-orang yang bersedih karena menjomblo serta remaja-remaja yang sering galau karena menjomblo.

Wajah Indonesia. Kemarin, Hari ini dan Esok


Tak peduli lagi seberapa cantik alam Ibu pertiwi, dengan sawah yang terhampar luas menghijau di setiap sudut alam, dengan riak air biru laut yang memenuhi rindangnya pantai dan indahnya senja yang selalu setia menemani air laut nan indah pada setiap pergantian hari. Keindahan budaya pun telah Tuhan beri pada bangsa Indonesia. Alam yang cantik, budaya yang menawan dan sumber daya yang melimpah. Sungguh! Anugerah yang sangat luar biasa, betapa cintanya Tuhan pada kita. Sayangnya, kita terlalu terlena akan semua yang kita punya. Rasa ingin selalu mendapat untung, rasa tamak dan serakah yang bersemayam dalam diri orang-orang yang berhasil menyematkan label negara terkorup di dunia pada Indonesia. Ironis! Permainan seni politik di Indonesia juga tak jarang diwarnai oleh korupsi.
            Sedari dulu, bangsa Indonesia memang mengalami satu keadaan sosial, ekonomi, politik yang sering tidak stabil. Hal tersebut dikarenakan memang Indonesia memiliki riwayat sejarah pemerintahan yang rumit. Sejak pertama pada zaman kerajaan, kerajaan-kerajaan Indonesia runtuh akibat perebutan kekuasaan yang menjadi satu bibit terjadinya korupsi. Sama halnya dengan keadaan pada zaman penjajahan. Pejabat-pejabat daerah menjadi boneka politik para penjajah demi kekuasaan dan kedudukan mereka di dalam pemerintahan. Dan sekarang pada zaman modern, korupsi telah berkembang dengan sangat “baik”.
            Dari awal kemerdekaan, 17 Agustus 1945 seolah menjadi awal berkembangnya korupsi dengan style yang berbeda. Berbalut style modern, korupsi kembali merajalela. Terlebih pada masa orde baru, masyarakat benar-benar apatis terhadap terselenggaranya pemerintahan. Inilah wajah pemerintahaan Indonesia dengan riwayat penyelenggaraan pemerintahan yang sangat mengkhawatirkan.
            Yang telah berlalu biarlah berlalu. Sejatinya, kita harus melihat sejarah agar kita tak jatuh pada lubang yang sama. Tapi tak dapat dipungkiri jua bahwasannya jika kita melihat permainan seni politik Bangsa Indonesia pada zaman ke zaman membuat kita bingung untuk mensinkronkan apa yang telah menjadi kebiasaan dan idealis dari seorang individu, hal tersebut dapat menimbulkan satu peperangan batin yang sangat luar biasa hebatnya. Menyeimbangkan apa yang telah menjadi kewajiban dan hal yang menjadi hak kita memang sulit. Belum lagi godaan-godaan yang siap menghampiri.
             Ada juga yang menyebutkan bahwa korupsi di Indonesia terjadi akibat mentalitas bangsa yang memang buruk hingga banyak yang mengkampanyekan untuk memperbaiki akhlak pribadi masing-masing. Memang semua itu bukan hal yang salah namun kurang tepat sasaran. Selain mentalitas atau keadaan dari akhlak masing-masing individu, kebiasaan pemerintahan yang otoriter juga mempengaruhi terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme di Indonesia.
            Kita juga tidak boleh saling menyalahkan, namun kita juga harus bersuara demi keadilan bersama. Tak ada lagi yang dapat bersuara jika kita terus berapatis terhadap jalannya pemerintahan. Jangan sampai korupsi menjadi budaya di Indonesia karena Indonesia mempunyai alam yang indah, budaya yang menawan dan beragam juga sumber daya yang melimpah. Sejatinya, hal tersebut seharusnya menjadi satu modal besar Indonesia untuk menjadi satu bangsa yang besar. Jika saja Indonesia dapat menjadi bangsa yang besar, maka Negara maju di Eropa maupun di berbagai belahan dunia manapun tidak ada yang akan berani melawan Indonesia bahkan melecehkan Indonesia.
            Lihatlah pada zaman dahulu ketika orde lama Ir. Soekarno yang menolak bantuan pihak asing dan Indonesia dapat berdikari dengan apa yang Indonesia punya. Sebenarnya, pemuda Indonesia sekarang merindukan keadaan Negara yang stabil, yang dihargai oleh bangsa lain karena bagaimanapun juga Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar dengan segala anugerah tuhan yang diberi pada Indonesia. Jika saja, orang-orang tamak itu tidak pernah ada. Mungkin Negara ini aman nyaman dan tentram dengan segala yang dipunyai oleh Negara besar ini.
            Masa depan bangsa memang ditangan kami selaku pemuda, generasi penerus bangsa yang Indonesia harapkan. Tapi tolong, kami butuh struktur pemerintahan yang teratur yang sesuai aturan. Kami tak mau, idealis yang telah kami punya. Yang kami cari saat kami menuntut ilmu runtuh dengan mudahnya ketika kami masuk dan mengurus struktur Negara yang berbanding terbalik dengan apa yang telah kami dapatkan sebelumnya ketika kami menuntut ilmu dengan segala idealis yang kami dapatkan.
            Masalah korupsi di  Indonesia memang sudah terlampau parah, bagai telah mendarah daging. Semua elemen hingga ke bagian yang terkecil sekali pun bisa ditemui kasus korupsi yang tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Perlu pemeriksaan berlanjut mengenai hal tersebut. Mungkin kami memang masih muda dan kami juga sering mendapat cibiran “ah! Tau apa kamu!” tapi sebenarnya kami lebih tau yang terjadi dan harus berbuat apa, namun terkadang kami seolah seperti dipasung oleh satu tali besi yang telah dipasang oleh pemerintah tangan besi yang sangat kuat dan mereka juga mempunyai masa yang sangat banyak. Korupsi berjama’ah!
            Kadang kami juga memilih untuk tidak bersuara dan menutup mulut kita sekuat mungkin demi keamanan diri kita tapi terkadang juga ketika kita melihat kembali keadaan Indonesia dan kita serapi maka pasti hati kami berbicara “hidup itu pilihan” maka itu kami lebih sering mengatakan tentang bagaimana menghargai bangsa kami, tanah air kami dengan tumpah darah pahlawan kami dahulu kala. Kadang itu menjadi satu kekuatan sendiri untuk diri kita masing-masing bagi siapa saja yang berpikir. Rasa nasionalisme yang tertanam kuat dihati sanubari sebagian besar pemuda Indonesia memang lambat laun semakin memudar tapi saya pribadi yakin bahwa rasa nasionalisme pemuda Indonesia dapat kembali utuh dengan kita bersama-sama membangun Indonesia yang telah usang kembali bangkit dengan segala pesonanya.
            Kami pemuda Indonesia ingin hari esok yang lebih baik lagi. Kami ingin meneruskan cita-cita Gajah Mada dengan sumpah palapa nya untuk dapat menyatukan nusantara, seperti halnya Ir. Soekarno yang mengindahkan kesatuan bangsa demi tercapainya tujuan Negara yang telah dirumuskan sesuai dengan ideologi dan jati diri bangsa Indonesia. Indonesia membutuhkan kami pemuda Indonesia, kami pun berusaha untuk terus melakukan yang terbaik dari diri kami sendiri atas segala yang kami punya untuk Indonesia. Yang kami butuhkan hanya satu perubahan dari kalangan atas Negara untuk berusaha merubah Indonesia kearah yang lebih baik. Hargai usaha kami para pemuda untuk bisa merubah Indonesia menjadi bangsa yang besar.

            Kami tak mau, semua ilmu yang kami punya untuk melanjutkan estafet pembangunan bangsa menjadi kotor karena lingkungan yang berbudaya korup! Kami tak ingin hal tersebut terjadi. Kami tak mau hal yang telah terjadi dimasa lampau terjadi lagi pada kami. Tak ingin jatuh ke lubang yang sama, begitulah kami. Tapi kami ingin melanjutkan cita-cita bangsa Indonesia yang belum tercapai kemarin untuk hari esok yang akan kami genggam dengan apa yang kami punya.

Minggu, 29 Desember 2013

Belajar Photography

Guys...
kali ini saya lagi explore di bidang photography ni... hehee, baru pemula banget...

Awalnya di sekolah ada pelajaran photography... dalam pembelajarannya itu saya dan semua kawan saya di sekolah diberikan pengarahan mengenai bagaimana mengambil angle yang baik, komposisi pada foto dan pengambilan background yang indah pada setiap jepretan yang diambil...

Guru seni ku, Bapak Bayu Abdurahim selaku pembina langsung mengajari kami untuk foto-foto :D beliau sering memberikan tema-tema photography. Seperti :

1.) Tema Landscape; ini khusus foto pemandangan
2.) Interaksi sosial; ketika mengambil foto harus bercerita ttg kegiatan sosial (interaksi 2 orang)
3.) Interaksi sosial 2; ketika mengambil foto harus bercerita ttg kegiatan sosial (interaksi lebih dari 2 orang)
4.) Animal; memfoto hewan
dan masih banyak tema lainnya...

Beliau pun memberi tahu kami soal teknik pengambilan gambar dasar yang sudah diakui oleh internasional atau sudah umum.. yaitu 3 pengambilan angle :
1.) Eagle Eye : teknik pengambilan foto dengan pengambilan dari arah atas.
2.) Normal Eye : teknik pengambilan foto dengan arah tengah
3.) Frog Eye : teknik pengambilan foto dengan arah dari bawah objek.

oia satu lagi, guru saya hanya memperbolehkan semua muridnya menggunakan HP pada saat explore objek... kalaupun ada yang mengambil menggunakan kamera poket, SLR dll. maka guru saya akan memerintahkan explore ulang.

ya itulah yang saya dapatkan dari pelajaran photography di sekolah saya... mungkin sedikit namun bermanfaat bagi diri saya sendiri tentunya...

Dan ini hasil explore saya menjepret gambar menggunakan HP


Tangga Alam (Tema; Landscape)


Persahabatan 2 Orang Manusia (Tema; Interaksi Sosial)


Diskusi Kelompok, autdor (Tema; Interaksi Sosial 2)


The Art and Culture Teacher (Tema; Human interest, Guru)



Poor Cat on The Hall (Tema; Animal)


The Rainbow Hall (Tema; Eksperimen)


Tummy's Wars Face (Tema; Animal 2)


Wijaya Kusuma Flower (Tema; Still Life)


Wijaya Kusuma Flower 2 (Tema; Still Life)


The Sun (Tema; Landscape)


Macaroni Skotel (Tema; Food)


Breakfast Menu (Tema; Food)


Bolu Kukus (Tema; Food)

Itulah beberapa hasil explore saya dengan kamera Hp saya yang sangat sederhana...
terima kasih banyak untuk guru ku, guru seni ku yang mengajariku tentang indahnya dunia dengan media ekspresi dan potensi yang kupunya yang bisa ku kembangkan...

Sumber : Catatan inspirasiku... (guru..) dan semua keluargaku....









Saat-saat Senang Bersama MAMA ({})

Saat-saat menyenangkan bersama sang mama akan terus terukir, akan terus terrekam, akan terus teringat di hati setiap seorang anak termasuk diriku...

Mama selalu memberikan yang terbaik untuk setiap anak-anaknya... (suatu hari aku pun akan menjadi ibu, dan semoga dapat memberikan yang terbaik pula pada anak-anakku nanti)

Ibu selalu memberikan senyuman dan kenyamanan bagi anak-anaknya... aku sangat salut terhadap satu hal yang bernama ibu... Ia merupakan malaikat di dunia ini... Satu-satunya malaikat ku yang dapat ku lihat...

Semua tentang ibu, aku sangat bersimpati pada setiap hal yang ibuku lakukan. Entah itu yang ibu lakukan kepada ku, pada adek-adekku, kakak-kakakku atau bahkan bapakku... Karena semua yang dilakukannya pasti bermanfaat bagi orang lain (terutama bagi orang-orang yang ia sayangi dan ia cintai)

Mama selalu mempersiapkan semua yang kami butuhkan...

Senin, 23 Desember 2013

Cinta



Sobat? apa yang sobat ketahui tentang cinta?
menurutku cinta itu satu hal yang bisa membuat manusia buta akan segalanya, manusia bisa saja tidak peduli dengan apa yang mereka butuhkan hanya demi cinta.

Manusia yang lupa akan kebutuhannya itu menganggap bahwa yang mereka butuhkan hanyalah cinta. Mereka begitu nyaman jika orang yang benar-benar mereka cintai dan mencintai mereka ada di samping mereka.

Tak peduli dalam keadaan apapun. Mereka pikir bahwa itulah yang sebenarnya cinta sejati. Mereka begitu buta akan hakikat cinta sebenarnya.

Ada yang mengatakan bahwa cinta itu hakikatnya untuk mencintai Tuhan, sang Khaliq lah pelabuhan cinta terakhir antara dua insan yang mempunyai cinta yang sama.

Mereka yang paham atas hakikat cinta seperti ini pasti masih memikirkan akan kebutuhan mereka, entah itu kebutuhan jasmani rohani maupun yang lainnya sebab bila mereka tidak memikirkan semua hal tersebut pasti sulit untuk menggapai cintaNYA, meski ada beberapa yang bisa menggapai cintaNYA dengan alakadarnya.

Hanya saja yang bisa menggapai cintaNYA dengan alakadarnya mungkin hanya seribu satu seperti satu mutiara di pekatnya lumpur hitam dan kalaupun dicari pasti sulitnya bak mencari jarum diatas tumpukan jerami.

 Adapula yang mengatakan bahwa cinta itu hal gampang. siapapun yang bisa membuat hati dan perasaan nyaman pasti bisa diatur jikalau itu masalahnya cinta pasti akan tumbuh, dengan kata lain orang-orang dengan pola pikir seperti ini cenderung akan menggampangkan setiap orang yang singgah di pintu hatinya. kelemahan dari orang yang mempunyai pola pikir seperti ini adalah jika mereka dekat dengan dua orang berbeda namun dua orang tersebut dapat membuat hatinya nyaman dan inilah yang sangat berbahaya, orang tersebut dapat melakukan tindak kriminalitas hati dengan memutilasi hati kedua insan yang sudah membuat dirinya nyaman. Sadis sekali bukan? Inilah yang sering terjadi bila setiap orang mempunyai pola pikir seperti ini, kebanyakan dari mereka pasti kaum hawa meski tak semua namun kebanyakan dari mereka adalah kaum hawa yang selalu keinginannya itu terkabul saat itu juga.

Tak semua perempuan sesadis itu namun terkadang mereka terluka jika mereka tak bisa tegas terhadap semua laki-laki yang bisa membuatnya nyaman. Sebenarnya mereka itu menyakiti diri mereka sendiri ya? Mengapa bisa seperti itu?

Ya, itu terjadi karena memang mereka itu serakah, ingin dapat segalanya dan egoisme akan lebih nampak karena mereka cenderung memikirkan diri mereka sendiri ketimbang memikirkan bagaimana rasanya jikalau posisi orang yang mereka lukai itu adalah posisi mereka sekarang.

Tak pernah terpikir untuk dekat dengan orang-orang yang mempunyai pola pikir seperti ini karena ya bagaimana akan dekat dengan mereka jikalau saat mendekati mereka, mereka pun hanya menginginkan kesenangan mereka saja.

Tak ayal, kesabaran pun menjadi panji utama demi menganalisa apa sih yang sebenarnya mereka inginkan dan mereka cari itu?

Kebanyakan dari mereka memang peduli juga dengan orang-orang yang telah membuat mereka nyaman terutama keluarga mereka yang sudah berkorban banyak untuk kepentingan mereka.

ya, mungkin masih banyak orang-orang yang memikirkan cinta itu apa, bagaimana, kenapa dan sebagainya. Tergantung pola pikir per individu bagaimana menafsirkan, mengaplikasikan dan merawat cinta itu sebagaimana mestinya.

Namun yang pasti Tuhan telah menghadiahkan segala sesuatu yang paling indah seindah indahnya sesuatu secara cuma-cuma bagi siapa saja  yang tidak menyakiti manusia lain atas nama cinta dan senantiasa merawat cinta yang telah mereka punya dengan membuat kenyamanan pada siapa saja yang mereka cintai.

Itulah yang paling penting karena pada hakikatnya Cinta yang benar-benar hakiki itu ya cinta yang akhirnya itu berlabuh di pelabuhan cinta dengan segala eksotisme cara yang Tuhan berikan pada kita pada saat kita berjalan menuju cintaNYA.

Semoga bermanfaat... Terima Kasih...

Sumber :
*diambil dari catatan hati saya sendiri
*Gambar, ndari mbah google

Jumat, 20 September 2013

Kerajaan Sunda Pajajaran

Kerajaan Sunda Pajajaran
            Seperti tertulis dalam sejarah, akhir tahun 1400-an Majapahit kian melemah. Pemberontakan, saling berebut kekuasaan di antara saudara berkali-kali terjadi. Pada masa kejatuhan Prabu Kertabumi (Brawijaya V) itulah mengalir pula pengungsi dari kerabat Kerajaan Majapahit ke ibukota Kerajaan Galuh di Kawali, Kuningan, Jawa Barat.
Raden Baribin, salah seorang saudara Prabu Kertabumi termasuk di antaranya. Selain diterima dengan damai oleh Raja Dewa Niskala ia bahkan dinikahkan dengan Ratna Ayu Kirana salah seorang putri Raja Dewa Niskala. Tak sampai di situ saja, sang Raja juga menikah dengan salah satu keluarga pengungsi yang ada dalam rombongan Raden Barinbin.
Pernikahan Dewa Niskala itu mengundang kemarahan Raja Susuktunggal dari Kerajaan Sunda. Dewa Niskala dianggap telah melanggar aturan yang seharusnya ditaati. Aturan itu keluar sejak “Peristiwa Bubat” yang menyebutkan bahwa orang Sunda-Galuh dilarang menikah dengan keturunan dari Majapahit.
Nyaris terjadi peperangan di antara dua raja yang sebenarnya adalah besan. Disebut besan karena Jayadewata, putra raja Dewa Niskala adalah menantu dari Raja Susuktunggal.
Untungnya, kemudian dewan penasehat berhasil mendamaikan keduanya dengan keputusan: dua raja itu harus turun dari tahta. Kemudian mereka harus menyerahkan tahta kepada putera mahkota yang ditunjuk.
Dewa Niskala menunjuk Jayadewata, anaknya, sebagai penerus kekuasaan. Prabu Susuktunggal pun menunjuk nama yang sama. Demikianlah, akhirnya Jayadewata menyatukan dua kerajaan itu. Jayadewata yang kemudian bergelar Sri Baduga Maharaja mulai memerintah di Pakuan Pajajaran pada tahun 1482.
Selanjutnya nama Pakuan Pajajaran menjadi populer sebagai nama kerajaan. Awal “berdirinya” Pajajaran dihitung pada tahun Sri Baduga Maharaha berkuasa, yakni tahun 1482.
Letak Geografis Kerajaan Sunda Pajajaran
            Terletak di Parahyangan (Sunda). Pakuan sebagai ibukota Sunda dicacat oleh Tom Peres (1513 M) di dalam “The Suma Oriantal”, ia menyebutkan bahwa ibukota Kerajaan Sunda disebut Dayo (dayeuh) itu terletak sejauh sejauh dua hari perjalanan dari Kalapa (Jakarta).

Sumber Sejarah Kerajaan Sunda Pajajaran
            Dari catatan-catatan sejarah yang ada, baik dari prasasti, naskah kuno, maupun catatan bangsa asing, dapatlah ditelusuri jejak kerajaan ini; antara lain mengenai wilayah kerajaan dan ibukota Pakuan Pajajaran. Mengenai raja-rajaKerajaan Sunda yang memerintah dari ibukota Pakuan Pajajaran, terdapat perbedaan urutan antara naskah-naskahBabad PajajaranCarita Parahiangan, dan Carita Waruga Guru.
Selain naskah-naskah babad, Kerajaan Pajajaran juga meninggalkan sejumlah jejak peninggalan dari masa lalu, seperti:
·         Prasasti Batu TulisBogor
·         Prasasti Sanghyang TapakSukabumi
·         Prasasti KawaliCiamis
·         Prasasti Rakyan Juru Pangambat
·         Prasasti Horren
·         Prasasti Astanagede
·         Tugu Perjanjian Portugis (padraƵ), Kampung Tugu, Jakarta
·         Taman perburuan, yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor
·         Kitab cerita Kidung Sundayana dan Cerita Parahyangan
·         Berita asing dari Tome Pires (1513) dan Pigafetta (1522)

Kehidupan Politik Kerajaan Sunda Pajajaran

            Kerajaan Pajajaran terletak di Jawa Barat, yang berkembang pada abad ke 8-16. Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Pajajaran, antara lain :
●̲̅̅ Daftar raja Pajajaran
·         Sri Baduga Maharaja (1482 – 1521), bertahta di Pakuan (Bogor sekarang)
·         Surawisesa (1521 – 1535), bertahta di Pakuan
·         Ratu Dewata (1535 – 1543), bertahta di Pakuan
·         Ratu Sakti (1543 – 1551), bertahta di Pakuan
·         Ratu Nilakendra (1551-1567), meninggalkan Pakuan karena serangan Hasanudin dan anaknya, Maulana Yusuf
·         Raga Mulya (1567 – 1579), dikenal sebagai Prabu Surya Kencana, memerintah dari PandeglangMaharaja Jayabhupati (Haji-Ri-Sunda)
·         Rahyang Niskala Wastu Kencana
·         Rahyang Dewa Niskala (Rahyang Ningrat Kencana)
·         Sri Baduga MahaRaja
·         Hyang Wuni Sora
·         Ratu Samian (Prabu Surawisesa)
·         dan Prabu Ratu Dewata.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Sunda Pajajaran
            Pada umumnya masyarakat Kerajaan Pajajaran hidup dari pertanian, terutama perladangan. Di samping itu, Pajajaran juga mengembangkan pelayaran dan perdagangan. Kerajaan Pajajaran memiliki enam pelabuhan penting, yaituPelabuhan Banten, Pontang, Cigede, Tamgara, Sunda Kelapa (Jakarta), dan Cimanuk (Pamanukan).

Kehidupan Sosial Kerajaan Sunda Pajajaran
            Kehidupan masyarakat Pajajaran dapat di golongan menjadi golongan seniman (pemain gamelan, penari, dan badut), golongan petani, golongan perdagangan, golongan yang di anggap jahat (tukang copet, tukang rampas, begal, maling, prampok, dll).
Kehidupan Budaya Kerajaan Sunda Pajajaran
            Kehidupan budaya masyarakat Pajajaran sangat di pengaruhi oleh agama Hindu. Peninggalan-peninggalannya berupa kitab Cerita Parahyangan dan kitab Sangyang Siksakanda, prasasti-prasasti, dan jenis-jenis batik.
 Puncak Kejayaan/ Keemasan Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja mengalami masa keemasan. Alasan ini pula yang banyak diingat dan dituturkan masyarakat Jawa Barat, seolah-olah Sri Baduga atau Siliwangi adalah Raja yang tak pernah purna, senantiasa hidup abadi dihati dan pikiran masyarakat.
Pembangunan Pajajaran di masa Sri Baduga menyangkut seluruh aspek kehidupan. Tentang pembangunan spiritual dikisahkan dalam Carita Parahyangan.
Sang Maharaja membuat karya besar, yaitu ; membuat talaga besar yang bernama Maharena Wijaya, membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan Wanagiri. Ia memperteguh (pertahanan) ibu kota, memberikan desa perdikan kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. Kemudian membuat Kabinihajian (kaputren), kesatriaan (asrama prajurit), pagelaran (bermacam-macam formasi tempur), pamingtonan (tempat pertunjukan), memperkuat angkatan perang, mengatur pemungutan upeti dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan
Pembangunan yang bersifat material tersebut terlacak pula didalam Prasasti Kabantenan dan Batutulis, di kisahkan para Juru Pantun dan penulis Babad, saat ini masih bisa terjejaki, namun tak kurang yang musnah termakan jaman.
Dari kedua Prasasti serta Cerita Pantun dan Kisah-kisah Babad tersebut diketahui bahwa Sri Baduga telah memerintahkan untuk membuat wilayah perdikan; membuat Talaga Maharena Wijaya; memperteguh ibu kota; membuat Kabinihajian, kesatriaan, pagelaran, pamingtonan, memperkuat angkatan perang, mengatur pemungutan upeti dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan.
Puncak Kehancuran

Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan kerajaan Sunda lainnya, yaitu Kesultanan Banten. Berakhirnya zaman Pajajaran ditandai dengan diboyongnya Palangka Sriman Sriwacana (singgahsana raja), dari Pakuan Pajajaran ke Keraton Surosowan di Banten oleh pasukan Maulana Yusuf.
Batu berukuran 200x160x20 cm itu diboyong ke Banten karena tradisi politik agar di Pakuan Pajajaran tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru, dan menandakan Maulana Yusuf adalah penerus kekuasaan Sunda yang sah karena buyut perempuannya adalah puteri Sri Baduga Maharaja. Palangka Sriman Sriwacana tersebut saat ini bisa ditemukan di depan bekas.Keraton Surosowan di Banten. Masyarakat Banten menyebutnya Watu Gilang, berarti mengkilap atau berseri, sama artinya dengan kata Sriman.
Kesimpulan
·           Kerajaan Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan Sunda saat kerajaan ini beribukota di kota Pajajaran atauPakuan Pajajaran (Bogor) di Jawa Barat yang terletak di Parahyangan (Sunda).
·         Sumber sejarahnya berupa prasati-prasati, tugu perjanjian, taman perburuan, kitab cerita, dan berita asing.

·         Kerajaan Pajajaran pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja mengalami masa keemasan/ kejayaan dan Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan kerajaan Sunda lainnya, yaitu Kesultanan Banten.